Cara Menjalankan Kontes di Instagram

by | Apr 15, 2016 | Marketing with Empathy | 0 comments

Kontes bisa jadi cara yang tepat untuk meningkatkan jumlah follower dan engagement di Instagram. Tapi, bila tidak dilakukan dengan tepat bisa-bisa cuma dapat capeknya saja.  Ujuk-ujuk bikin lomba foto, keluar duit untuk hadiah dan mempromosikan kontesnya, eh, ternyata yang ikut bukan target pasar Anda.  Lebih baik digunakan untuk iklan Facebook atau search ads di Google saja tadi uangnya.  Sesuaikan cara menjalankan kontes di Instagram agar hasil yang didapatkan optimal. 

Selain artikel ini, saya sarankan agar membaca juga Manual: Menggunakan Instagram Untuk Pemasaran dan mengunduh Panduan Mini Instagram agar dapat segera mulai meningkatkan followers, interaksi dan penjualan di akun Instagram Anda.

Dapatkan Panduan Pemasaran Menggunakan Instagram

TUJUAN KONTES INSTAGRAM

“Begin with the end in mind,” begitu kan kata para pakar? Pegangan yang baik untuk menjalankan hidup dan menjalankan marketing campaign. Jika Anda tidak tahu dengan jelas apa tujuan kontes Instagram Anda, pilihan biasanya jatuh ke opsi yang populer atau opsi yang mudah. Opsi populer dan opsi mudah belum tentu sama dengan opsi yang tepat. Tentukan tujuan kontes Anda, maka Anda akan tahu jenis kontes apa yang tepat untuk Anda.

Tujuan yang biasanya ingin dicapai:

Tujuan: Meningkatkan jumlah real followers

Tidak ada gunanya memiliki follower bejibun tapi palsu.  Yang Anda butuhkan bukan followers, melainkan orang yang sedemikian sukanya dengan brand Anda, dia ingin menjadi follower Anda di Instagram.

Jelas kan bedanya? Yang pertama bisa Anda dapatkan dengan membayar servis “penyedia followers”, yang kedua hanya bisa Anda dapatkan dengan secara konsisten memberikan customer & brand experience yang luar biasa.

marah karena follower palsu dihapus

Memalukan sekali bila ketahuan ternyata followers kita fake semua.  Dan, bukan hanya soal malu bila ketahuan. Punya banyak follower palsu bisa mempersulit komunikasi kita dengan follower asli kita.

Tujuan: Meningkatkan jumlah pengguna branded hashtag kita

Seperti disebutkan di artikel Manual: Menggunakan Instagram Untuk Pemasaran, salah satu best practices ketika menggunakan Instagram untuk alat pemasaran, adalah untuk menggunakan branded hashtag. Ini tagar yang kita kuasai, tapi tidak menggunakan nama kita di dalamnya.

Contoh: perusahaan apparel yoga Lulu Lemon yang menggunakan tagar #thesweatlife. Ada hampir 280 ribu post yang menggunakan tagar ini. Padahal jumlah posting di akun @lululemon belum sampai 2 ribu post.  Dan, bila dilihat top posts yang menggunakan tagar tersebut, ternyata tidak ada satupun yang merupakan posting dari Lulu Lemon. Semua top posts adalah hasil jepretan konsumen Lulu Lemon.

Tagar akan sukses bila ada network effect: semakin banyak pengguna suatu tagar, akan semakin banyak orang yang ingin ikut menggunakannya. Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara memulai branded hashtag tadi? Kontes bisa jadi salah satu jawabannya.

Tujuan: Meningkatkan traffic

Instagram memang merupakan media yang baik untuk berkomunikasi dengan konsumen Anda. Namun, bila Instagram adalah satu-satunya cara Anda berkomunikasi dengan mereka, Anda bermain dengan api.

Dalam skenario ideal pemasaran menggunakan Instagram, harusnya yang terjadi adalah: jumlah follower meningkat, jumlah interaksi (likes & comments) meningkat, jumlah leads ikut naik, dan penjualan pun naik.  Masalahnya, relationship Anda dengan follower Anda di Instagram hanya dirasakan ketika mereka melihat foto Anda. Dan, walaupun mereka sering melakukannya (71% pengguna Instagram di Indonesia membuka aplikasi tersebut setiap mereka memiliki waktu luang) Anda harus bersaing dengan semua gambar dan video lain yang ada di feed Instagram pelanggan Anda. Belum lagi dengan perubahan algoritme yang akan (sudah?) dilakukan oleh Instagram.

Anda bisa minta follower Anda untuk “Turn On Notification” seperti yang dilakukan oleh banyak brand (for  better for worse), tapi alangkah baiknya bila Anda memiliki aset online lain untuk berkomunikasi dengan konsumen Anda, misalnya melalui Facebook Page atau newsletter. Kontes dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah Facebook Fans ataupun newsletter subscriber.  Kami di Empathic Marketing lebih menganjurkan untuk membangun subscriber dibanding fans, karena bagaimanapun juga membangun brand di Facebook itu sama saja dengan membangun rumah di atas tanah sewaan. Lakukan kontes Instagram, dorong traffic ke landing page yang membujuk orang untuk signup dan menjadi subscriber Anda, dan setelahnya Anda bisa berkomunikasi langsung dengan mereka melalui email. Mudah kan?

Tujuan: Meningkatkan engagement

Engagement itu penting karena … well, that’s the whole point of social media, isn’t it?  Namanya juga SOCIAL media. Tanpa engagement, social media hanya menjadi media biasa. Dan dengan ukuran media biasa, social media tidak bisa bersaing dengan media seperti televisi dalam hal reach dan frequency. Cara untuk secara konsisten meningkatkan dan mempertahankan engagement adalah dengan posting better content. Tapi ada kalanya kita perlu dorongan awal untuk memulai momentum engagement tadi.  Kontes bisa menjadi cara yang efektif untuk jump start engagement di akun Instagram yang Anda kelola.

HADIAH UNTUK KONTES INSTAGRAM

Salah satu klien saya dulu pernah punya ide, “Ghan, kita kebanyakan stok aksesoris fotografi nih. Apa kita bikin kontes IG aja ya? Hadiahnya overstock tadi. Lumayan lah buat ngosongin gudang.”

Ada juga yang pernah melayangkan email kemari bertanya, “Kita pernah mengadakan kontes, yang ikutan cuma dua orang. Apa karena hadiahnya kurang menarik ya?”

Um, sepertinya ada yang perlu diluruskan mengenai peran hadiah dalam sayembara foto (dan lomba apapun). Dalam kontes yang baik, hadiah memiliki dua peran utama:

  • Sebagai hook awal untuk mendapatkan perhatian audience Anda, dan
  • Sebagai token apresiasi untuk peserta yang sudah bersungguh-sungguh berusaha untuk turut serta

Jadi, Anda perlu menjawab sendiri, bagaimanakah perasaan peserta bila token apresiasi Anda adalah barang yang tidak laku? Dan tanyakan juga, apakah hadiah yang Anda tawarkan cukup menarik untuk menangkap perhatian orang?

Ingat: bila hadiah adalah satu-satunya faktor motivasi peserta, maka jenis peserta yang akan Anda dapatkan adalah quiz hunter. Dan kembali lagi ke pertanyaan awal soal TUJUAN kontes Anda. Apakah memiliki follower yang mayoritasnya adalah quiz hunter berguna untuk brand atau penjualan Anda?

Jadi, hadiah apa yang tepat untuk kontes Instagram Anda? Berikut beberapa catatan/ide:

Hadiah: Apapun selain uang

Kecuali bila Anda bergerak di bidang finansial, uang biasanya adalah hadiah yang buruk. Walau tidak ada yang menolak bila ditawarkan uang, sebenarnya yang menjadi daya tarik bukanlah cash itu sendiri, melainkan akses yang diberikan oleh uang tadi. Kalau begitu, kenapa tidak kita berikan saja akses langsung ke yang diinginkan konsumen?

Ketika kita tidak tahu apa yang diinginkan konsumen, apapun pertanyaan marketing yang timbul, jawabannya selalu duit. Penjualan menurun? Kasih diskon! Kompetisi meningkat? Turunkan harga! Mulai product line baru? Penetration pricing! … Harga/diskon/cashprize sering menjadi jawaban yang MUDAH tapi jarang menjadi jawaban yang TEPAT.

Tanyakan pada Human Resource Department, mereka akan mengatakan bahwa uang adalah hygiene factor, bukan motivation factor (background reading: dual-factor theory). Dan ketika uang mulai terlibat, hubungan yang terjalin menjadi hubungan transaksional, bukan transformasional. Bila Anda memang berjualan langsung melalui Instagram, mungkin hubungan transaksional sudah cukup, tapi potensi terbesar social media untuk brands adalah sebagai media transformasional. Konsumen di-transform menjadi Fans dan evangelist.

Instagram itu soal membangun brand love. Dan kalau bicara soal cinta, kalau harus bayar, biasanya ilegal 😉

Hadiah: Stuff

Hadiah berupa produk Anda sendiri sebenarnya adalah ide yang bagus (selama bukan stok sisa, ya). Dengan menggunakan produk Anda sendiri sebagai hadiah, orang yang bukan target pasar Anda akan otomatis opt out.

Bila kontes Anda berhadiah handbag atau makeup set, laki-laki berjenggot kemungkinan besar tidak akan ikutan kontes Anda. Bila hadiah kontes Anda hanya dapat dikirimkan ke kota-kota di Indonesia, kemungkinan besar hanya orang dari Indonesia yang akan ikut kontes Anda.

PRO TIP: Bila Anda memiliki online store, jangan langsung kirim hadiah ke pemenang setelah diumumkan. Berikan pemenang voucher diskon 100% untuk hadiah yang ada di toko Anda, dan minta dia untuk melakukan transaksi melalui jalur tersebut. Anda dapat subsidi silang untuk budget pemasaran, si pemenang dapat kesempatan untuk share shopping experience-nya, dan siapa tahu saja dia akan beli barang-barang yang lain mumpung sedang di toko Anda.  Berikan juga beberapa voucher 50% off untuk teman-temannya agar gaung kontes terus mengiang bahkan setelah kontes tersebut selesai.

Hadiah: Recognition

Semua orang ingin tenar di Instagram. Inilah mengapa servis jualan followers dan like laku besar, dan mengapa ada seorang janda konglomerat yang punya 2 asisten rumah tangga khusus untuk mengikutinya kemana-mana untuk mendapatkan foto yang pas untuk diunggah ke Instagram. (not even kidding, baca di sini)

Recognition adalah sesuatu yang dapat Anda berikan dengan mudah, bukan? Toh Anda melakukan berbagai kegiatan promosi. Kenapa tidak tonjolkan pemenang dan hasil karyanya di kegiatan promosi Anda?  Sampai saat ini saya masih sering geleng kepala bila melihat perusahaan besar menggunakan billboard besar untuk mengumumkan kerjasamanya dengan komunitas Instagram tertentu, tapi setelah eventnya selesai, tidak pernah ada followupnya. Padahal justru setelah acara/kontes tersebutlah brand relationship yang sudah dipupuk akan tumbuh. Acara/kontes itu hanya perkenalan, bukan the whole relationship.

Brand yang cerdas mengerti bahwa It’s not about brands GETTING recognition from people. It’s about brands GIVING recognition to people. Pernah lihat deretan iklan billboard iPhone 6 dalam perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta? Billboard tersebut tidak menampilkan ponsel, melainkan karya para fotografer yang menggunakan ponsel tersebut.  Kampanye iklan ini sedemikian suksesnya, hingga dilakukan secara global.

shot on iphone 6 campaign

Anda tidak harus jadi seperti Apple yang beriklan besar-besaran. Banyak cara untuk memberikan recognition. Mulai dari featuring pemenang di akun Instagram Anda dan di aset online lainnya, hingga menggelar galeri di salah satu mall yang menampilkan foto para pemenang (bila ada foto yang terjual, berikan uangnya ke pemenang atau ke salah satu charity pilihan), dan banyak lagi pilihan lainnya.

5 JENIS KONTES INSTAGRAM

Ada 5 jenis kontes Instagram yang terbukti “efektif”. Kata efektif tadi dalam tanda kutip, karena semuanya tergantung pada tujuan awal Anda melakukan kontes tersebut. Tentu saja ini bukan exhaustive list, karena yang penting sebenarnya bukan mengetahui semua jenis kontes. Yang penting adalah menemukan jenis kontes yang tepat dan untuk menjalankannya sebaik mungkin

1. Kontes “Like & Mention to Enter”

Kontes tipe ini adalah kontes peninggalan jaman ketika Facebook adalah pilihan pertama dan satu-satunya untuk membangun social media presence. Aturannya sederhana: Double-Tap (like) gambar yang ditentukan dan mention beberapa orang teman di bagian comment. Mudah untuk semua orang turut serta dan ada sisi pemaksaan halus untuk sharing juga. Tentu saja, tipe kontes seperti ini memiliki plus/minus points.

PLUS POINTS:
* Low Barrier of Entry – artinya akan lebih banyak peserta
* More “engagement” – bila Anda meng-handle akun klien dan engagement hanya diukur dari jumlah comment, ini bisa jadi opsi termudah. Kami sendiri tidak pernah menganjurkan ini untuk klien kami karena engagement yang didapatkan seperti kerupuk. Tidak bergizi dan ditinggal sebentar akan melempem.

MINUS POINTS:
* Low Barrier of Entry – lebih banyak peserta berarti mutu leads yang didapatkan cenderung turun
* Low Level Engagementmention di bagian comment jadi cenderung bersifat spam, dan bisa dilaporkan spam kalau tidak hati-hati. Saya pribadi tidak suka bila orang yang tidak saya kenal mention saya di bagian comment suatu kontes yang sama sekali tidak menarik untuk saya. Ini sama saja dengan kebiasaan posting foto iklan di Facebook dan tagging nama sembarang orang. Biasanya saya laporkan sebagai spam.
* Not built to spread – Bila pemenang ditentukan secara acak, saat peserta share post ini, bukankah tindakan itu menurunkan kemungkinan dia untuk menang?

Caranya:

  • Post gambar hadiah
  • Caption: “like + mention 3 orang teman, untuk mendapatkan hadiah. Pemenang akan dipilih secara acak. Pemenang akan ditentukan tanggal ___. Pemenang akan diberitahukan di akun kami, jadi follow dan jangan lupa cek feed kami! Keputusan tidak dapat diganggu gugat”
  • Run the campaign
  • Pastikan kontes Anda terdaftar di direktori quiz hunter seperti Serba Kuis (akan menurunkan kualitas peserta, tapi kuantitas akan naik)
  • Catat semua yang ikut dan di-mention (Berapa orang yang ikut? Impact ke traffic? Traffic conversion? Tipe orang yang ikut? Berapa banyak yang bertahan sebagai follower seminggu setelah kontes? Dsb)
  • Umumkan pemenang
  • Kirimkan hadiah
  • Minta pemenang posting dengan hadiah di tangannya (sembari berharap gambar yang diposting layak ditampilkan)

NOTE: Terkadang kontes ini digabung dengan pertanyaan quiz yang sangat mudah, dengan harapan akan meningkatkan kualitas engagement. Saya skeptis quiz seperti itu membawa perbedaan yang bermakna pada kualitas interaksi, tapi mungkin Anda punya pengalaman yang berbeda. Please share di bagian comment di bawah.

2. Kontes “Regram”

Plus/Minus kontes tipe ini sama dengan Kontes Like and Mention, jadi tidak perlu diketik ulang lagi ya? Bedanya kontes tipe ini kita menyediakan gambar untuk di-share/regram di akun para peserta.

Tentu saja gambar yang kita minta untuk di-regram berpengaruh. Semakin jelek gambarnya (tipe poster, pengumuman diskon, foto caleg, dll) semakin besar hadiah yang perlu ditawarkan, dan jangan harap gambarnya tetap ada di feed peserta setelah periode kontes berakhir.  Gambar yang dipilih juga dapat otomatis mensegmentasi pasar Anda.  Gambar contoh yang di atas misalnya, segmen pasar mana yang kira-kira akan memberikan respon baik terhadap gambar tersebut? Apakah foto yang sama dapat digunakan oleh produk yang sama di Indonesia?

Kontes regram bukan kontes yang biasanya kami rekomendasikan kecuali bila Anda bisa menyediakan beberapa foto yang memang luar biasa (yang akan bikin orang ngiler ingin menggunakan foto tersebut di feed mereka juga). Anda tidak punya dana untuk membayar tim fotografer profesional? Ajak kerja sama beberapa Instagrammer yang memang cocok dengan brand Anda. Mereka bisa menjadi Influencer Anda. Peserta jadi mendapatkan foto-foto yang layak di-regram, dan Anda jadi mendapatkan gaung influence para Instagrammer tadi.

Caranya:

  • Post foto (lebih baik lagi bila post beberapa foto) dengan petunjuk yang jelas di dalam foto tersebut
  • Caption: “regram foto ini + follow akun ini + gunakan hashtag ini + Anda dapat memenangkan …”
  • Run the campaign
  • Engage para peserta awal, peserta dengan follower yang signifikan (tentukan sendiri threshold jumlah follower yang Anda anggap signifikan – semakin rendah thresholdnya, Anda akan jadi semakin sibuk), dan peserta yang tingkat engagement dengan followernya tinggi
  • Track & record para peserta untuk kepentingan olah data (Berapa orang yang ikut? Impact ke traffic? Traffic conversion? Tipe orang yang ikut? Berapa banyak yang bertahan sebagai follower seminggu setelah kontes? Dsb)
  • Umumkan pemenang
  • Kirimkan hadiah
  • Minta pemenang posting dengan hadiah di tangannya (sembari berharap gambar yang diposting layak ditampilkan)

3. Kontes yang menggunakan “email-gate”

Anda memiliki platform lain yang sudah “jadi”? Mungkin kontes tipe ini tepat untuk untuk Anda.  Kontes tipe ini membutuhkan seseorang untuk mendaftarkan emailnya untuk turut serta.  Barrier of entry menjadi lebih tinggi, yang berarti kualitas leads lebih tinggi, namun akan sangat menurunkan jumlah peserta,

Kontes ini memang harus dikombinasikan dengan platform lain. Pikirkan Discovery Path konsumen Anda. Bila awal Discovery terhadap produk/brand Anda biasanya terjadi di Facebook, di Website (via search), atau offline, kemungkinan email-gate yang ada tidak akan menjadi hambatan untuk mereka yang ingin turut serta. Bila awal Discovery sering kali terjadi di Instagram, kemungkinan jumlah orang yang akan ikut akan cenderung menurun, karena dia perlu pindah platform terlebih dahulu untuk mendaftar.

Caranya:

  • Sama saja dengan kontes-kontes lainnya, namun peserta perlu mendaftarkan alamat emailnya terlebih dahulu

4. Kontes yang menggunakan “User Generated Content (UGC)”

Kemungkinan Anda sudah sering melihat kontes jenis ini di Instagram. Mulai dari yang brand-centered — “Take a selfie with our product!” — sampai ke yang pseudo-insightful — “What’s your #ootd?” — ada banyak sekali versi kontes ini.  Yang jelas peserta harus mengunggah foto, dan foto peserta harus dinilai.  Otomatis kontes jenis ini jadi memakan lebih banyak resources, namun bila dilakukan dengan benar, it’s worth it. Ini jenis kontes yang paling sering kami rekomendasikan.

Pastikan jenis hadiah yang Anda tawarkan sesuai tujuan kontes ini. Apakah kontes ini didesain untuk mengoptimalkan kualitas relasi atau kuantitas interaksi? Dengan kontes ini Anda akan mendapatkan keduanya, tapi desain kontes mempengaruhi jenis followers yang cenderung Anda dapatkan dan followup yang dibutuhkan.

Kontes yang didesain untuk mengoptimalkan kuantitas interaksi biasanya menggunakan hadiah yang bersifat transaksional – seperti uang dan voucher. Banyak atau sedikitnya jumlah peserta menjadi tergantung pada besar kecilnya hadiah saja. Karena sifatnya yang transaksional, maka akhir kontes menjadi akhir dari relationship yang terjalin dengan peserta (kecuali bila Anda telah menyiapkan followup program).

Kontes yang didesain untuk mengoptimalkan kualitas interaksi biasanya memiliki unsur sosial yang menjadi daya tarik tersendiri.  Maksud kata “sosial” di sini bukan dalam arti “keadilan sosial” (uang hadiah akan disumbangkan!).  Kata “sosial” juga bukan dalam arti “media sosial” (gunakan Facebook! Twitter!). Unsur sosial yang dimaksud di sini adalah “social currency” seperti yang dibahas di buku Youth Marketing.  

Setiap calon peserta punya pertanyan ini dalam hatinya: “What does joining this contest say about me?”  Jadi, Anda perlu memikirkan bagaimana caranya agar menjadi peserta saja sudah membuat orang merasa bangga, bahkan ketika tidak menang sekalipun.  Bila Anda mengerti target pasar Anda, ini mudah untuk dilakukan (we can help).

Untuk lebih mengerti soal “unsur sosial” ini, coba pikirkan beberapa hal berikut: Kenapa orang yang ikut lomba lari suka foto-foto di garis finish dengan medali yang didapatkan semua peserta? Padahal mereka tidak menang (alias kalah) tapi ikut lombanya saja mereka sudah merasa bangga. Dan, kenapa orang yang ikut lomba undian mengumpulkan tutup botol minuman untuk dapat hadiah motor/mobil/rumah tidak pernah share foto mereka dengan koleksi tutup botol yang telah berhasil mereka kumpulkan? Padahal sulit lho mengumpulkan semua tutup botol tersebut. Dan satu lagi, kenapa tidak pernah ada orang yang share foto mereka ketika memenangkan “hadiah langsung berupa sebuah piring cantik” ketika membeli deterjen? Padahal mereka menang lho. Bukankan hadiah tadi menjadi bukti bahway mereka adalah pemenang?

Untuk sebagian besar orang, kontes itu bukan soal kalah atau menang, tapi soal perasaan yang didapatkan ketika kalah ataupun menang.

Okay, balik ke kontes UGC di Instagram.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk memastikan kontes ini sukses:

Apakah akun IG Anda sudah “jadi”?

Bila jumlah follower sudah tinggi dan tingkat engagement juga tinggi, Anda bisa langsung lakukan kontes Instagram tipe UGC. Langsung saja diarahkan untuk mengoptimalkan kualitas relasi Anda dengan follower Anda.

Bila jumlah follower rendah tapi engagement tinggi, Ada perlu menggandeng Influencer untuk menggaet lebih banyak peserta.  Tidak masalah bila Anda menggunakan Influencer tipe Eyeballs (jenis-jenis Influencer ada di Panduan Pemasaran Menggunakan Instagram). Di skenario ini, bila Influencer yang Anda gandeng tidak memiliki pengaruh yang tinggi di luar Instagram, tidak apa-apa. Yang penting pengaruhnya di dalam ekosistem Instagram tinggi.

Bila jumlah follower tinggi tapi engagement rendah, Anda perlu dengan jujur menjawab pertanyaan berikut:

Apakah follower yang Anda miliki organik atau dibeli?

Dibeli – bersihkan dulu akun Anda, dan perhatikan orang-orang yang memang engage dengan Anda. Apakah ada konten yang mereka sukai? Lakukan kontes yang berhubungan dengan konten tersebut.

Organik – Anda perlu segera melakukan kontes ini untuk meningkatkan engagement. Bila Anda akan menggandeng Influencer (good idea), cari Influencer yang memiliki pengaruh di dalam DAN di luar Instagram.

Bila jumlah follower rendah dan engagement rendah, Anda belum siap utk melakukan kontes ini. Pilih kontes yang lain.

Apakah Anda memiliki tools dan resources yang dibutuhkan?

Anda memerlukan cara untuk mengumumkan kontes ini, tracking semua entry yang masuk dan menilai performa kontes ini sebagai suatu marketing campaign. Anda juga membutuhkan waktu untuk perencanaan, melaksanakan, dan followup campaign ini.  Dan jangan lupa, Anda membutuhkan panelis untuk menilai semua hasil karya peserta.

Daftar tools untuk Instagram ada di artikel Manual: Menggunakan Instagram Untuk Pemasaran.

Bila Anda sudah mantap ingin melakukan kontes UGC di Instagram, gunakan checklist berikut:

  • Tentukan angka-angka penting: durasi kontes, anggaran, target, benchmark
  • Tentukan cara berpartisipasi, tagar yang tepat, dan cara hadiah akan didistribusikan
  • Tentukan dengan jelas cara menentukan pemenang
  • Siapa yang akan menjadi juri?
  • Apa saja yang menjadi pertimbangan untuk menentukan pemenang?
  • Bagaimana cara juri menemukan semua contest entry?
  • Tentukan bagaimana Anda akan mempromosikan kontes ini
  • Facebook, Twitter, Path, newsletter: bagaimana Anda akan menggunakan aset online Anda lainnya untuk menaikkan jumlah peserta?
  • Offline: bila Anda memiliki toko, bagaimana Anda dapat menggunakan counter space, changing room, toilet, dan display space untuk mempromosikan kontes ini?
  • Influencer seperti apa yang tepat untuk digandeng?
  • Komitmen apa yang Anda butuhkan dari Influencer? Apa yang Anda tawarkan sebagai reward untuk Influencer?
  • Selain activity-based rewards, apakah ada result-based rewards yang akan Anda tawarkan untuk Influencer?
  • Siapkan grup WhatsApp (bila pasar Anda berumur 25 tahun ke atas) atau grup Line (bila pasar Anda berumur di bawah 25 tahun) sebagai forum Q&A dan FAQ. Siapa yang akan menjadi admin grup ini dan bagaimanakah Anda akan mengawasinya?
  • Siapkan press release (yang memiliki newsworthy angle) untuk media masa tradisional agar gaung kontes ini melampaui batas-batas Instagram.
  • Apakah ada supplier atau complementary product yang tertarik untuk menjadi partner Anda dalam menjalankan kontes ini?

Bila Anda memperhatikan setengah saja dari semua poin di atas, saya yakin kontes UGC Anda di Instagram berikutnya akan sukses.

5. Kontes UGC Combo

Ini dia tipe kontes yang jarang sekali dibicarakan namun LUAR BIASA dampaknya.  

Sederhananya, Anda perlu menggabungkan kontes UGC dengan event Instameet dan photowalk.

Bila Anda tidak tahu apa itu Instameet atau photowalk,  article Mashable ini bisa jadi bacaan perkenalan. Mulai dari foodie, sampai ke urban explorer, sampai ke Bu Ani Yudhoyono – semua Instagrammer sejati doyan Instameet.

Kontes UGC Combo memang lebih sulit untuk dilaksanakan karena Anda membutuhkan:

  • Semua kebutuhan untuk kebutuhan kontes UGC, plus
  • Akses ke Influencer Instagram yang memiliki komunitas yang aktif
  • Akses ke tempat yang menarik untuk melakukan photowalk
  • Cuaca yang tepat

Kontes UGC Combo adalah cara yang paling efektif untuk menumbuhkan jumlah follower dan tingkat engagement secara organik, tapi memang tidak mudah untuk dieksekusi. Detail cara menjalankannya tidak mungkin dibahas dengan lengkap di artikel yang sudah terlalu panjang ini. Bila Anda memang tertarik, bisa dibahas di comment section artikel ini.

KONTES INSTAGRAM YANG TEPAT UNTUK ANDA

Terus terang, seharusnya artikel ini jauh lebih pendek dari versi yang baru saja Anda baca. Ini pun sebenarnya masih banyak informasi yang belum disampaikan. Tapi saya rasa informasi yang ada di sini sudah cukup untuk memulai prosesnya. Selengkap apapun informasi yang Anda miliki, toh akhirnya pembelajaran terbesar akan datang dari pengalaman saat pelaksanaan.  Akhir kata, sehebat apapun kemampuan Anda dalam menyelenggarakan kontes Instagram, ada dua hal yang pasti akan meningkatkan hasil yang Anda dapatkan:

  1. Anda perlu tahu persis tujuan kontes ini (beserta tolak ukur dan cara mendapatkan data tolak ukur tersebut)
  2. Anda perlu tahu persis perilaku dan motivasi target sasaran kampanye Anda

Know the Why and the Who, and the How will solve itself.

Ghani Kunto

Ghani Kunto

Director at empathic.MARKETING
Author & speaker on consumer behaviour and empathic marketing. Experienced in mobile and financial industry. Specialised in Southeast Asian culture, youth marketing and fandoms.
Ghani Kunto

Pin It on Pinterest

Share This
Suka artikel seperti ini?
Jangan sampai ketinggalan!

Suka artikel seperti ini?

Jangan sampai ketinggalan!

Daftar di sini untuk mendapatkan update mingguan tentang artikel, riset, dan tools pemasaran terbaru.

You have Successfully Subscribed!